bc

senyum kesedihan dari kabut putih

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
adventure
dark
reincarnation/transmigration
family
system
royalty/noble
heir/heiress
drama
bxg
serious
scary
campus
medieval
superpower
rebirth/reborn
war
ancient
like
intro-logo
Uraian

Ibukota Kekaisaran Arvendale yang megah, yang telah berdiri kokoh selama lebih dari seribu tahun, tiba-tiba dilanda kengerian yang tak terbayangkan.Di tengah kabut putih misterius yang tiba-tiba menyelimuti kota luar, muncul pasukan monster tak dikenal, dipimpin oleh sosok yang lebih menggentarkan jiwa: seorang pria misterius berbalut setelan putih sempurna, dengan topeng yang memancarkan paradoks—mata yang menyiratkan kesedihan mendalam, namun bibir terukir dalam senyuman lebar yang mengerikan. Garis diagonal berwarna merah, hijau, dan biru membelah topengnya dari dahi hingga dagu kiri, seolah mewakili spektrum emosi yang tersembunyi.Dijuluki "Sang Ilusi Putih", kehadirannya bukan hanya ancaman fisik, melainkan teror psikologis yang melumpuhkan. Aura penekan mentalnya membuat para prajurit elit berlutut, sementara tatapan matanya menjerumuskan korban ke dalam ilusi-ilusi tak berujung yang merenggut kewarasan. Ia bergerak dengan kecepatan dan kekuatan yang melampaui batas logika, menebas dan menembak dengan presisi mematikan di tengah kekacauan kabut yang mengacaukan semua indra.Bagi Kekaisaran Arvendale yang sombong, ia adalah teror yang mengguncang fondasi kekuasaan mereka yang abadi. Namun, di balik kabut dan kengerian yang ia bawa, bagi rakyat yang tertindas dan lama merindukan perubahan "Senyum Kesedihan dari Kabut Putih" mungkin adalah simbol harapan yang pahit dan ambigu. Mampukah kekaisaran yang berakar kuat ini selamat dari ancaman yang tidak hanya menghancurkan secara fisik dan mental, tetapi juga membangkitkan harapan di hati mereka yang selama ini terbungkam? Siapakah sebenarnya sosok di balik topeng itu, dan mengapa senyuman mengerikannya menyimpan kesedihan yang mendalam?

chap-preview
Pratinjau gratis
prolog , dua dunia dua neraka.
“Keadilan adalah lelucon paling kejam yang pernah diciptakan manusia. Dan aku... adalah korban terakhirnya.” Dunia lama itu berlumuran luka. Johan—seorang ayah, jurnalis investigatif yang gigih, dan mantan aktivis yang tak kenal takut terpaksa menyaksikan kematian putrinya di bangsal rumah sakit. Bukan karena penyakit, melainkan karena birokrasi yang lumpuh. Karena sebuah sistem yang menakar nyawa dengan angka di laporan keuangan dan logo perusahaan. Ia difitnah, tubuhnya disiksa, kebenaran yang dipegangnya dilucuti, lalu dikubur hidup-hidup di sel isolasi yang dingin. Video-video penyelidikannya tentang korupsi para elite, perdagangan manusia yang menjijikkan, dan eksploitasi alam yang tak bertanggung jawab—semuanya disita, dibakar, dimusnahkan. Di dunia itu, kejujuran adalah hukuman mati. Dan pada hari eksekusi, ketika peluru terakhir menembus tempurungnya, Johan hanya membisikkan satu doa: "Kalau ada kehidupan lain... berikan aku kesempatan untuk membalas semuanya. Bukan lagi sebagai korban... tapi sebagai algojo." Dunia berikutnya menjawab. Ia terbangun dalam tubuh Johan de Alvarez, putra keempat dari Duke Alvarez, salah satu bangsawan paling berpengaruh di Kekaisaran Arvendale. Sebuah dunia baru yang diselimuti sihir, dihuni ras-ras agung, dihiasi kastil-kastil megah, dan diberkahi kekuatan yang konon bisa membelah langit. Namun, di balik tirai kemegahan yang mempesona itu, Johan melihat pantulan neraka lamanya: — Pajak rakyat dijarah untuk membiayai pesta pora kaum bangsawan. — Ras minoritas disiksa dan diperbudak tanpa belas kasihan. — Rumah-rumah jelata dihancurkan demi perluasan tambang sihir milik kaum aristokrat. — Dan propaganda kekaisaran, dengan bendera megah serta pidato-pidato muluknya, menyembunyikan kekejaman tak terperi. "Dunia ini bukan reinkarnasi. Ini adalah kelanjutan dari neraka." Di balik wajah muda dan tubuh bangsawan yang gagah, Johan menyembunyikan api pembalasan yang tak pernah padam. Ia mengenakan dua topeng yang berbeda: Sebagai Johan sang bangsawan buangan—pemuda berusia 18 tahun yang dianggap gagal oleh keluarganya, lebih dikenal dengan hobi bermain wanita dan gemar berpesta, sehingga tidak pernah diperhatikan oleh kepala keluarga karena dianggap tidak punya potensi apapun. Ini adalah persona yang sempurna untuk menutupi alter egonya. Sebagai Topeng Senyum Kabut Putih—pemimpin misterius yang bangkit dari kegelapan, perlahan namun pasti menjatuhkan satu per satu pilar Kekaisaran Arvendale, seolah-olah mengakhiri permainan. “Jika dunia ini memilih untuk jadi monster… maka aku akan menjadi iblis yang mereka sembah sebelum semuanya runtuh.”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.3K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.7K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.3K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.0K
bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
640.0K
bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook