Pagi itu Rendy terbangun lebih dulu dan memutuskan untuk keluar meninggalkan kamar Rio dan Vina,tanpa disadari Rio dan Vina masih dengan posisi berpelukan, Rendy pun tertawa kecil melihat pemandangan itu.
Suasana di rumah Rio masih ramai karena saudara yang dari jauh sebagian masih ada yang disana. Mereka memutuskan untuk pulang nanti sore, karena mereka tidak bisa menginap lama, mereka harus kembali bekerja. perjalanan yg mereka tempuh lumayan jauh, yaitu 10 jam menggunakan mobil.
Mendengar keramaian di luar kamar, Rio dan Vina terbangun masih dengan posisi berpelukan. Menyadari itu Vina dan Rio saling tertawa kecil dan malu-malu, Vina pun mencari keberadaan Rendy di sampingnya namun sudah tidak ada, mungkin anak itu sudah keluar duluan, fikir Vina.
Akhirnya setelah mandi Rio dan Vina keluar kamar dan akan sarapan bersama keluarga besar yg masih disini, begitu mereka keluar saudara-saudara mereka pun menggoda mereka dengan kata-kata yang sangat konyol namun sesuai kenyataan.
"Ciee pengantin baru, baru keluar kamar ni yee,pasti semalem seru banget" ucap dio,yang merupakan kakak sepupu dari rio.
"Apaan sih Mas, seru apanya, orang saya mau unboxing tiba-tiba Rendy datang merusak semuanya" Celoteh Rio, seolah-olah tak rela malam pertamanya hilang begitu saja. Vina pun senyum-senyum sendiri menyaksikan 2 bersaudara ini saling beradu argumen.
"Loh iya to? kita nggak tau kalo Rendy tiba-tiba datang ke kamar kalian,kirain tidur di kamar Om. Yaudah saya minta maaf ya ri".ucap Dio dengan perasaan merasa bersalah.
"Iya-iya santai aja mas, nanti malem kan udah pada pulang, jadi kita lanjut unboxingnya, iya kan sayang?" Canda Rio sambil mentowel pipi istrinya yang membuat Vina tersipu malu.
"Biasanya malam pertama bisa sampai 4 ronde loh ri, dulu kita juga sampe 5 ronde, iya nggak sayang" celetuk Dio sambil melirik Nuri istrinya.
"Apaan sih mas, kayak gitu diomongin malu lah" gerutu Nuri dengan pipi merah karna menahan malu.
"Nggakpapa lagi, kan sudah sama-sama dewasa" Ucap Dio.
Akhirnya Vina dan Nuri meninggalkan suami mereka untuk pergi ke dapur mempersiapkan makanan. Rendy ternyata sedang asyik nonton Tv.
Di meja makan Rio dan Dio sedang asyik ngobrol, pastinya tentang malam pertama, Dio yang sudah lebih dulu menikah memberikan wejangan kepada Rio.
"Ri,sebagai suami kamu harus bisa membahagiakan istri, bukan cuma soal uang dan cinta, karna bagi wanita itu saja tidak cukup, tapi juga soal ranjang, kita harus pandai-pandai memuaskan istri" ungkap Dio.
"Maksudnya gimana Mas, saya nggak ngerti?" Tanya Rio dengan wajah penasaran.
"Ya kamu harus bisa memuaskan istri, jangan to the point harus pemanasan dulu dengan sentuhan dan ciuman, sampai istrimu panas dan b*******h, baru tancap gas. Jangan sampe istrimu belum puas kamu sudah loyo, kan kasian istrimu, karena istri itu biasanya lebih lama untuk mencapai puncak, setidaknya istrimu bisa menikmati, sekarang banyak kasus istri selingkuh karena suami kurang impoten, makanya kamu perlu olahraga juga, jangan kerja terus" ungkap Dio.
"Oke mas makasih, nanti malam akan ku praktekkan ilmu dari kamu" tegas Rio dengan wajah yg sudah tidak sabar.
"Sip, pokoknya buat malam pertama istri kamu se indah dan senikmat mungkin sampai jadi malam pertama yang tak terlupakan.
Vina pun datang dengan membawa lauk di tangannya.
"Seru banget sih,pada ngomongin apa nih?" ucap Vina
"Ini rahasia lelaki, sayang nggak boleh tau" ucap Rio dengan wajah sombongnya.
Dio pun tertawa kecil melihat tingkah sepasang pengantin baru ini.Dan akhirnya mereka sarapan bersama
Sore telah telah tiba, Tibalah saatnya Dio dan keluarga pamit pulang..
"Kita pamit pulang dulu ya Om Tante,Ri jangan lupa kapan-kapan main ke rumah kita", ucap dio.
"Siap mas,tunggu saja kedatangan kami" jawab Rio.
Setelah berpamitan semua tak terkecuali Rendy, akhirnya keluarga Dio pulang dengan mobil nya yg berwarna merah itu.
***
Akhirnya malam pun tiba, inilah waktu yang ditunggu-tunggu, akhirnya waktu menunjukan pukul 10 malam, mereka berdua sudah ada di dalam kamar, Vina berbenah didepan meja rias, Rio pun memandang istrinya dari kasur dan datang menghampiri.
"Duh cantik banget istri siapa sih?" gurau Rio pada istrinya.
"Ya istri Mas Rio lah,istri siapa lagi?" Celetuk Vina sambil tersenyum manja.
Rio pun memeluk badan mungil istrinya dari belakang, dan menduselkan wajahnya di leher Vina, dia ingat pesan Kakaknya, bahwa wanita suka sentuhan-sentuhan yang menggairahkan.
Ia pun mencium leher istrinya dan membisikan kalimat
"Bisa kita mulai sekarang sayang?"
"Iya mas, ayok" jawab vina dengan lembut dan menahan gejolak.
Malam pertama pun mereka lalui.