Maxime merasakan sakit pada dadanya. Ia bahkan menekan bagian tersebut. “Mengapa tiba-tiba, aku merasa seperti ini.” “Ah? Bagaimana maksudmu?” sistem GPS bertanya pada Maxime. Pria itu tidak menoleh pada GPS yang memperlihatkan titik-titik di depannya dari sebelah kanan. Sistem pun tak memberitahu padanya, lantaran ekspresi Maxime orang yang akan mati sebentar lagi. “Aku tidak dapat menjelaskan perasaan ini.” Pria itu menghentikan mobil. Layar besar muncul entah dari mana. Lantas berkata, “Gamer, Nori Merekon game over. Selamat untuk ketiga Gamer masih dapat bertahan.” Datang entah dari mana begitu pun pergi entah ke mana. Sistem telah menghilang. Meninggalkan Maxime yang syok di tempat. Apakah perasaan tak bisa dijelaskannya itu menyangkut gugurnya Nori Merekon? “Bagaimana mungkin?”

