Bukannya malah menyerang Maxime, tetapi pria besar itu berjalan pelan ke arah pohon. Meskipun pelan, tapi kecepatannya tiga kali lebih cepat daripada Maxime. Tak disangka-sangka pria itu mampu mencabut pohon dengan tangan kosong. Apa dia ingin menunjukkan kekuatan pada Maxime agar menyerah? Ternyata pohon tersebut ia kibaskan seolah tengah memegang kibas. Enteng baginya memegang pohon besar dengan kedua tangan. Layaknya pohon tersebut hanya sebuah kapas di tangan. Maxime cepat-cepat menghindar dengan melompat ke kanan. Dahan-dahan pohon mengenai bahunya. Harus ia akui kalau rasanya cukup sakit. Bajunya sampai robek dan darah keluar dari bahunya. Memperlihatkan sorot mata sengit, Maxime tak diam saja. Menyerang pria besar dengan pedangnya. Sayangnya yang terpotong bukan leher sang pria,

