BAB 74

1316 Kata

Adam menggeliat begitu tirai kamarnya dibuka lebar oleh seseorang. Punggung seorang wanita yang tampak langsing itu tengah sibuk melakukan sesuatu hingga akhirnya ia menghampiri Adam yang masih belum bisa bergerak bebas akibat luka-luka tusukan itu. Tapi ia bersyukur, nyawanya masih selamat. Mungkin dirinya akan lebih lama lagi dirawat di rumah sakit milik keluarga Lamberg ini melihat bagaimana ia mendapatkan tiga tusukan sekaligus di perut dan pinggang. Adam menerka-nerka, siapa wanita yang wajahnya masih belum terlihat karena kilauan cahaya matahari itu. Ia berharap yang ia sebut namanya benar-benar ada di sana. "Renata?" Namun yang tampak bukan si pemilik nama, melainkan Dewinta. Istri pertamanya. "Dewinta?" "Iya ini aku. Kenapa terkejut seperti itu?" Adam gelagapan. Ia takut ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN