BAB 75

1218 Kata

Serentetan acara pemakaman akhirnya selesai. Steve bersyukur koleganya datang sesaat sebelum mobil jenazah berangkat. Karena ia jadi memiliki alasan tak bisa ikut mengantarkan jenazah Mikhaila ke peristirahatan terakhirnya itu. Kini dengan raut wajah yang tak bisa tergambarkan, pria yang keseluruhan rambutnya telah berwarna putih itu duduk bersandar pada kursi agungnya. Ia lagi-lagi harus menghela napas kasar membaca artikel tentang kematian salah satu karyawan di hotelnya tersebut. Ditambah kelakuan penjahat yang telah menciderai citra hotelnya. Menambah daftar panjang hal-hal yang amat dia benci. Steve merenggangkan kerah kemejanya lalu meletakkan dengan kasar tablet besar yang ia pakai untuk membaca setiap artikel beserta komentar tentang hotelnya tersebut. Salah satu yang membuat Ste

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN