Pukul satu dini hari, Risa terbangun. Ia meraih sisi ranjang, namun kosong. Reno belum juga pulang. Dengan rasa cemas, ia mengambil ponsel dan menekan nomor Reno. “Halo,” suara Reno terdengar samar di antara kebisingan musik club. “Sayang, pulang jam berapa?” tanya Risa lembut, suaranya masih serak karena baru bangun. “Baru ketemu sama teman-teman aku, sayang. Mereka baru kumpul lengkap tadi, belum sempat ngobrol semua,” jawab Reno sambil tersenyum meski Risa tak bisa melihatnya. “Ya sudah, kalau pulang telepon aja, ya. Takutnya aku nggak dengar kamu ngetuk pintu.” Risa berkata penuh perhatian. “Iya, sayang. Nanti aku kabari,” ucap Reno singkat tapi manis. “Bye…” Risa menutup telepon dengan helaan napas lega. Di meja club, beberapa gelas minuman berserakan. Musik berdentum kenca

