Flashback

2247 Kata

Sore itu, Risa terbangun dengan badan yang masih terasa lemas. Matanya sayu, nafasnya pelan, dan kepala terasa berat seolah enggan untuk bangun dari kasur. Tiba-tiba ponselnya berdering, layar menyala memperlihatkan nama yang selalu membuat hatinya hangat—Evan. Dengan senyum kecil yang dipaksakan, ia mengangkat panggilan video itu. “Hay,” ucap Risa lirih, tapi senyum manisnya berusaha menutupi lelah yang menggerogoti tubuhnya. Wajahnya terlihat redup oleh cahaya lampu kamar. “Lagi apa, sayang?” suara Evan terdengar lembut dari layar, matanya menatap penuh kasih seolah ingin mengusap wajah Risa dari kejauhan. “Abis bobo tadi… ngantuk terus lemes,” jawab Risa sambil tersenyum tipis, berusaha terlihat ceria meski suaranya masih serak. Evan mengerutkan kening, tapi bibirnya melengkung n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN