Setelah Evan pergi ke Lombok, Risa berjalan-jalan santai di taman dekat kolam. Tangannya sesekali mengusap perutnya yang makin membesar. Ia berhenti sejenak, menatap air kolam renang yang jernih berkilauan terkena cahaya matahari. “Pengen berenang…” gumamnya lirih, senyum kecil tersungging di bibirnya. Namun sesaat kemudian ia menggeleng, mengingat Evan. “Jangan, nggak ada Evan,” bisiknya lagi sambil tersenyum tipis, seolah membujuk dirinya sendiri. Setelah puas berjalan, ia kembali ke kamarnya, mandi, lalu berdandan. Entah kenapa, sejak hamil, ia merasa harus selalu tampil cantik. Setelah selesai, ia turun ke ruang nonton, duduk di sofa, lalu menyalakan TV. Namun perutnya yang semakin besar membuat ia sulit menemukan posisi nyaman. “Akh, pegel…” keluhnya sambil bangkit perlahan, me

