Saat berjalan menuruni tangga taman, langkah Risa melambat. Wajahnya mulai meringis, sepatu high heels yang dipakainya terasa menyiksa. “Duduk dulu, sayang…” Risa akhirnya berhenti, tak kuat menahan sakit di kakinya. “Kenapa?” tanya Evan cepat, nada suaranya penuh khawatir. “Kaki aku sakit…” rengek Risa manja, matanya berkaca-kaca menahan perih. Tanpa banyak bicara, Evan berjongkok, melepaskan sepatu Risa satu per satu, lalu dengan sigap mengangkat tubuh istrinya. Ia menggendong Risa ke arah mobil, langkahnya mantap meski banyak mata yang memperhatikan. “Sayang, malu…” bisik Risa sambil melingkarkan tangannya erat di tengkuk Evan. “Daripada sakit kaki, lebih baik aku gendong,” jawab Evan sambil tersenyum hangat. Seketika emosinya yang sempat mengganjal malam itu sirna, luluh mend

