Di dalam taksi, Risa terus menggerutu sambil menatap keluar jendela. "Sial! Dia pikir gue cewek apaan? Gila dasar! Kesel banget!" makinya sambil menghentakkan kaki ke lantai mobil. Sopir taksi sempat melirik lewat kaca spion, sedikit kaget dengan kelakuan penumpangnya. "Maaf ya, Pak, lagi kesel," ucap Risa cepat-cepat, merasa tidak enak hati. "Ah, nggak apa-apa, Neng. Biasa, orang muda memang banyak pikiran," jawab sopir itu dengan nada sabar. Setibanya di apartemen, Risa langsung menceritakan semua kejadian kepada Tari. Wajahnya masih kesal, tangannya sibuk memainkan rambut seakan ingin melampiaskan emosi. "Serius lo? Dia bilang gitu?!" Tari terbelalak, jelas kaget. "Lah iya! Gue pikir ya, sering janjian di hotel sama cewek itu klien. Eh ternyata... sama l***e!" ucap Risa sambil te

