"Akh, sial!" geram Evan ketika cangkir kopi yang baru saja ia angkat tumpah mengenai kemejanya. Noda cokelat langsung menyebar di d**a kemeja putih mahalnya. Risa yang duduk tak jauh darinya spontan berdiri dan mendekat, wajahnya cemas. "Pak, baju Bapak kena kopi..." ucapnya lirih sambil cepat-cepat mengambil tisu untuk mengelap noda. Tangannya bergerak hati-hati, namun justru semakin jelas noda itu menempel. Evan menghela napas berat, wajahnya kesal. Namun, ketika pandangannya jatuh pada wajah Risa yang serius membantu, ia malah terdiam. Dari jarak sedekat itu, ia bisa melihat detail wajah sekretarisnya-mata bening, hidung mancung, dan bibir tipis yang tanpa sadar mengerucut kecil saat berkonsentrasi. "Pak... hello? Fokus, dong," tegur Risa pelan, melambaikan tangan di depan wajah

