Tari bergegas membawa Risa ke rumah sakit dengan wajah panik. Ia terus melirik sahabatnya yang terkulai lemah di kursi penumpang. “Duh, Ris… lo tuh ya, nunda makan mulu. Pasti gara-gara ini lo pingsan!” ucap Tari khawatir sambil menahan tangis. Sesampainya di rumah sakit, Risa segera ditangani. Ponselnya berdering berkali-kali. Tari meraihnya, melihat nama Reno di layar. Ia langsung mengangkat. “Halo,” ucap Tari cepat. “Sa… kamu di mana?” suara Reno terdengar panik dari seberang. “Ini gue, Tari. Risa lagi di rumah sakit, Ren,” jawab Tari dengan napas terengah. “Apa? Rumah sakit?! Rumah sakit mana?!” suara Reno meninggi, terdengar jelas kepanikannya. “Tadi dia udah sempat makan belum?” Tari menggeleng, meski Reno tak bisa melihat. “Kayaknya belum deh… makanya dia pingsan.” Ia duduk d

