Positif

1574 Kata

Keesokan harinya, pukul empat pagi, Risa tiba-tiba terbangun. Perutnya terasa mual hebat. Dengan wajah pucat, ia buru-buru berlari menuju toilet. Suara langkah tergesa itu membuat Evan kaget, ia sontak bangun dan ikut mengejarnya. Evan langsung panik melihat istrinya berlutut di depan kloset. “Sayang, ya ampun…” ucapnya sambil mengusap punggung Risa dengan lembut. Risa mengangkat wajahnya yang berkeringat, matanya berkaca-kaca. “Sakit…” rengeknya, suaranya lemah tapi penuh manja pada Evan. Evan menenangkan dengan tatapan khawatir. “Sabar ya… udah dites belum?” tanyanya dengan suara lembut. Risa menggeleng, lalu berbisik malu-malu sambil mengambil kotak kecil dari laci. “Belum. Sekarang mau… kamu tunggu di luar ya, aku malu.” Evan menatapnya sebentar, lalu mengangguk penuh penger

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN