Ngidam

1736 Kata

Setibanya di rumah, suasana hening menyelimuti ruang tamu. Evan menaruh kunci di meja, lalu menatap Risa yang berjalan mendahuluinya dengan wajah lelah. “Sayang, jangan marah…” ucap Evan dengan nada hati-hati, seolah takut menyentuh luka yang belum sembuh. Risa melangkah pelan menuju kamar, bahunya sedikit menunduk. “Aku nggak marah kok, Mas… cuma capek aja.” suaranya lirih, tapi dingin. Evan meraih tangannya, menahan langkahnya. “Kamu beda… kalau nggak marah biasanya banyak ngomong.” ucapnya, berusaha mencairkan suasana. Risa menghela napas panjang, lalu menatap Evan dengan wajah cemberut. “Lagian, Mas… kalau cemburu, kenapa pelampiasannya ke aku? Aku nggak mau kayak gitu lagi.” Sorot mata Evan melembut. Ia menyesal seketika, lalu meraih wajah Risa dengan kedua tangannya. “Iya, n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN