“Sayang, udah sampai…” ucap Evan lembut, tangannya mengguncang pelan bahu Risa. Risa membuka mata perlahan, mengucek matanya dengan manja, lalu menoleh keluar jendela mobil. Pemandangan hijau, udara dingin, dan kabut tipis membuat wajahnya berbinar. “Nyaman banget,” ucapnya sambil tersenyum kecil. “Masuk dulu, nanti makin terpesona,” balas Evan sambil terkekeh nakal. Mereka pun keluar dari mobil. Risa langsung terpukau melihat villa yang berdiri anggun dengan nuansa kayu hangat, sejuk, tapi terasa begitu nyaman. Ia tersenyum lebar, seperti anak kecil menemukan mainan baru. “Kamu suka?” bisik Evan dari belakang, memeluk Risa erat dengan dagu bertumpu di bahunya. “Suka banget…” jawab Risa sambil tersenyum manis, matanya berbinar penuh kagum. Saat melangkah ke belakang villa, Risa

