Keesokan harinya, Risa bermalas-malasan untuk bangun. Reno masih memeluknya erat, seakan tidak rela melepaskan. “Udah siang…” ucap Risa manja, wajahnya tenggelam di d**a bidang Reno. “Biarin, ah… ngantuk,” balas Reno sambil mempererat pelukan, suaranya berat dan malas. “Kamu pulang hari ini, ya?” tanya Risa pelan. Matanya masih terpejam, seolah enggan menerima kenyataan. “Iya. Makanya males bangun,” Reno terkekeh, menutup rasa berat hatinya dengan gurauan. Risa akhirnya membuka mata, menatap wajah Reno dari dekat. “Kapan ke sini lagi?” tanyanya dengan nada penuh harap. “Minggu depan. Sama orang tua aku, kita ke rumah kamu,” jawab Reno sambil mencium kening Risa dengan lembut. Risa tersenyum kecil, tangannya bermain-main di janggut tipis Reno. “Jangan nakal di sana, ya.” “Enggak, s

