Keesokan harinya, Risa dan Tari bersiap untuk kembali bekerja. Risa tampil memukau pagi itu. Ia mengenakan kemeja satin hijau emerald yang serasi dengan rok span selutut. Rambut barunya diikat rapi, poni disisir dengan teliti. Aroma parfum baru-hadiah dari Reno-melekat lembut, menyatu dengan tas emerald kesayangannya. Tari menatap Risa sambil menyeruput teh hangatnya. "Anjir, lah. Kece banget lo," ujarnya kagum. "Iya dong," balas Risa sambil tersenyum penuh percaya diri. Mereka pun melangkah keluar, siap menghadapi hari dan tantangan baru. Sesampainya di kantor, Risa langsung duduk di depan komputernya. Begitu membuka file pekerjaan, matanya terbelalak. "Buset... banyak banget kerjaan gue," gumamnya sambil mulai mengetik. Tepat pukul sembilan, Evan masuk. Penampilannya rapi deng

