Risa membuka ponselnya lalu memperlihatkan sebuah gambar. Matanya berbinar kesal, bibirnya manyun. “Ini loh, yang gini,” ucap Risa setengah jengkel. Evan mencondongkan tubuhnya, melihat layar ponsel. Senyumnya muncul, santai seperti biasa. “Ohh… yang gitu. Buat kapan?” tanyanya sambil tersenyum kecil. “Mau sekarang…” sahut Risa, kali ini dengan nada merengek, suaranya terdengar manja. Evan melirik jam dinding, jarum menunjuk pukul setengah sembilan malam. Ia menghela napas, setengah bingung. “Hah…” hanya itu yang keluar dari bibirnya. “Sama mau dimsum. Yang beli tuh kalau dari sini, di belokan sebelah kanan,” jelas Risa, tangannya ikut bergerak, seperti takut Evan tak paham arah. Evan menatap istrinya dengan wajah memelas, pura-pura takut salah. “Sama kamu yuk… aku takut salah,

