- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - “Aku mau menonton film-mu!” Senna bersikeras. Alasannya bukan lagi karena ia ingin penasaran, tetapi karena ia ingin Reynand mati kebosanan. Untung-untung jika lelaki jahat itu mati sungguhan. “Yang lain saja oke? Bagaimana dengan Deadpool? Itu sedang ngetrend.” Reynand memberikan penawaran dan Senna dengan keras kepala menolak. Hingga akhirnya mereka berada pada ruang menonton dengan popcorn buatan sendiri. Ruang menonton itu berada dalam ruangan sedang dengan tembok putih dan satu proyektor di tengah ruangan. Tidak ada sofa di sana, melainkan sebuah kasur besar berwarna abu dengan bantalan-bantalan persegi berwarna senada berukuran sedang. Senna

