Chapter 31

1899 Kata

Reynand menyetir mobilnya tanpa tahu kemana tujuannya. Ia hanya mengendarainya sesuai alur, jika ingin belok ya belok kadang tanpa sadar mengikuti mobil yang ada di depannya. “Senna, kau ingin kemana?” “Jangan bicara padaku sial!” raung Senna yang membuat Reynand mengelus dadanya. “Iya…” jawab Reynand dengan sabar. “Semua salahmu! Hari-hariku jadi buruk karena kau! David marah besar dan aku tidak mungkin pulang!” Senna menendang-nendang bangku pengemudi dengan keras hingga membuat Reynand memilih untuk menepikan mobilnya. Bisa bahaya jika mereka kecelakaan dan mati, Reynand kan masih ingin bobo dengan Senna. “Kau tidak bisa pulang? Kalau begitu tinggal denganku saja,” Reynand berujar kalem, namun hal itu justru membuat Senna makin meradang. Gadis itu tak henti-hentinya mengumpati R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN