Senna menggigiti kukunya cemas saat nama David terpampang di ponselnya. Sialan benar. Tadi dia sudah lega karena saat pulang David tidak ada di rumah. Namun kelegaan itu musnah saat si b******k Reynand meneleponnya. Lelaki yang kebodohannya sudah sampai dna itu memberikan masalah yang Senna yakin tidak akan bisa ia selesaikan dengan mudah. Kemarahan David bisa diibaratkan bencana. Lelaki itu keseringan sabar dan menghadapi segala hal dengan kepala dingin, tetapi kalau sudah meledak bisa-bisa Senna tinggal nama. Ibarat gunung merapi yang menyimpan lava, lalu meledak dan menyembur rakyat jelata seperti dirinya. Senna menatap cemas kearah ponselnya yang masih berdering. Ini sudah kali ketujuh dan sepertinya David tidak memiliki keinginan untuk menyerah. Senna berdoa dalam hati sebelum menga

