- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Senna memutuskan untuk mendekat tanpa membuat Reynand curiga. Ia lalu pura-pura bersin dan dengan sengaja menyenggol tangan Reynand yang tengah menuang garam. “Aiishhh!!!” Reynand berujar panik, ia dengan cekatan mengambil sendok dan membuang garam yang belum luruh di atas penggorengan. Reynand menoleh kearah Senna yang menampilkan wajah tak berdosanya. “Aku bersin,” ujar Senna. “Kenapa kau tidak duduk saja?” “Dan membiarkanmu memasukkan hal aneh?” “Oh… terserah kau saja,” cibir Reynand. “Jangan salahkan aku jika kau bersin lagi.” Senna melakukan hal yang sama saat Reynand membuas saos Alfredo. Lelaki itu hanya menatapnya kesal lalu melanjutkan

