“Kenapa kau suka sekali menciumku?” Senna tak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya. Apakah Reynand memang melakukan hal ini pada semua perempuan? Masih berfokus pada aktivitas memasaknya, Reynand melirik Senna dari ekor matanya. “Karena aku suka.” “Kenapa kau suka?” Reynand menghentikan aktivitasnya sejenak. “Apa makanan yang paling kau suka?” tanyanya berbalik pada Senna. “Chesee?” “Nah, anggap saja seperti itu,” balas Reynand yang kembali berkutat dengan teflon-nya. “Kau menganggapku makanan?!” Senna jelas tidak terima. Ia adalah manusia yang jelas-jelas bernapas dan hidup. Kurang ajar sekali Reynand menyamakannya dengan keju, meskipun ia pecinta keju, tetap saja tidak terima. Padahal dirinya sendiri lupa jika sering mengatai Reynand segala macam binatang. “Bukan seperti itu

