Senna memakan makanan di hadapannya dengan tenang, meskipun dalam hati ia berteriak keras. Ini sungguh-sungguh lezat!!! Rasa keju dalam saos bercampur sempurnya. Ikannya empuk dan dimasak dengan sempurna. Senna harus mati-matian mempertahankan ekspresinya agar terlihat biasa saja. “Bisa kau jelaskan apa yang kau maksud sebelumnya?” Senna mengangkat sendoknya dan menunjuk Reynand. “Pembahasan ini tidak akan ada habisnya. Kau tahu? Skema otak lelaki didominasi dengan seks, dan perempuan didominasi oleh hubungan. Ini memang dipengaruhi oleh kepribadian individu, tetapi secara umum telah terbukti. Kita salah satunya.” Reynand berusaha mencerna ucapan Senna. Ia lansung paham saat teringat dengan salah satu buku yang membahas psikologi gender. Dan ucapan Senna memang benar adanya. “Lalu bagai

