23

2329 Kata

Ruang gelap itu hanya diterangi sebatang lilin. Cahayanya membuat suasana terasa muram. Lantai kayu berkeretak ketika sepasang kaki melangkah di atasnya. Wanita cantik itu menatap murung cermin bundar bertepi emas yang menggantung di dinding. Dari dalamnya terpantul citra-citra, baik dari yang bernapas maupun tidak. Permukaannya licin dan terasa dingin saat disentuh kulit jemari.  Wanita itu tersenyum sinis menatap pantulannya dalam cermin.  ″Cermin tidak pernah berbohong,″ katanya. ″Dia selalu berkata jujur di saat sang pemilik menginginkan dusta.″ Si wanita mulai menekan permukaan cermin. Dari ujung jemarinya kristal-kristal es menyebar. Cermin pun tak lagi menampakkan pantulan ayu sang wanita. Bunga es putih telah mengaburkan permukaan cermin.  ″Tapi yang kucari bukanlah kebenaran,″

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN