″Kau ingin pergi ke hutan sana?″ seru Rosalina. ″Iya,″ jawab Alice santai. Bukan pertanda baik. Setelah perpisahan canggung dengan Robin dan Pangeran Jules, Alice langsung menarik serta Rosalina ke dalam sebuah misi: pergi mengunjungi sebuah tempat di dalam hutan. Di dalam hutan! Benak Rosalina dipenuhi dengan bermacam pikiran mengenai makhluk hitam berkuku tajam yang mengeluarkan aroma busuk. Mahluk itu tak akan ragu untuk meremukkan tenggorokkanku dengan tangan kotornya. Dia bahkan tak memiliki perasaan akan sakit yang mendera tubuh korban yang dipilihnya. Mahluk itu tercipta dengan kegelapan murni, begitu pekat, begitu kejam, terasa nista yang memuakkan. Rosalina tahu, kemungkinan berjumpa kembali dengan mahluk itu tidak bisa dihindari. Mahluk itu merupakan kunci dari semua kejad

