Cahaya matahari pagi menembus celah tirai kamar hotel. Tempat Giana dan Mark menginap semalam. Cahayanya perlahan menyentuh wajah Giana, membuat kelopak matanya bergerak pelan sebelum akhirnya terbuka sepenuhnya. Dunia terasa berbeda saat ia terbangun. Tidak ada pusing hebat seperti kemarin malam. Tubuhnya masih lemah, tapi rasa sakit itu sudah jauh berkurang. Giana mengerjap beberapa kali. Pandangan pertamanya jatuh pada langit-langit kamar hotel yang tinggi, lalu bergeser ke jendela tempat cahaya pagi masuk dengan lembut. Suasana begitu tenang. Tidak ada suara ramai. Tidak ada langkah tergesa. Hanya sunyi yang damai. Ia mengangkat tangannya perlahan dan memegang kepalanya sendiri. Masih sedikit berat, tapi jauh lebih baik. Giana tersenyum kecil. Lalu matanya turun ke arah ranjang.

