Riri keluar dari kamar mandi dengan mata sembabnya. Pagi ini, ia kembali menangis saat mengingat kebenaran yang baru saja Ray sampaikan. Ray menunggu di ruang tamu bersama Aira di pangkuannya. Ia menatap Riri yang masih merasa terpukul dengan semua kejujurannya. Ray mengakui kesalahannya, tapi jika ia lebih lama lagi memendam semua, suatu saat itu akan menjadi bom yang akan meledak di kemudian hari dan kemungkinan akan lebih fatal akibatnya. Ray tidak mau Riri semakin tersakiti. Sampai disini saja, cukup menyakitkan untuk Riri. “Kamu kerja hari ini?” tanya Ray sambil menghampiri Riri yang di dalam kamar. Riri menoleh, menatap Ray dan Aira bergantian. Kenapa Riri harus merasa sedih dengan semua kenyataan yang memang menjadi takdirnya? Sedangkan ia sekarang sudah memiliki 2 orang yang pen

