Ray beralih menggendong Aira sementara Trina dan Papa Rahman membantu membawakan oleh-oleh yang berada di jok belakang mobil. “Aira kangen sama Ibu sama Ayah. Semalem Aira main lego nya cuma bertiga sama Tante Na dan Om Aip.” Aira mengerucutkan bibirnya tanda kecewa. “Oh ya? Om Aip main kesini sama Aira?” tanya Ray antusias. Trina mewanti-wanti Aira agar tak keceplosan. Tapi anak kecil mana bisa disuruh menahan kenyataan. Rem nya seolah sudah blong dan tidak bisa diinjak lagi. Bisa malu Trina di mata Ray karena sudah mendeklarasikan akan menolak Arif. Ray langsung beradu pandangan dengan Trina. Memberikan sinyal jika setelah ini ia akan mem-bully Trina habis-habisan. Mereka sampai di ruang tamu. Mama Dewi begitu posesif dan tak membiarkan Riri membawa apapun di kedua tangannya. “Na,

