Chapter 53

1835 Kata

“Maksudnya, gimana ya Pak?” Arif menyedekapkan kedua tangannya di d**a sambil menatap Ghani dengan tatapan sinisnya. “Terlepas dari tau atau nggaknya kamu soal status Riri, berbuat baik dan sopan sama orang lain itu kan sebuah keharusan. Menghargai setiap pekerjaan orang lain yang mungkin dibawah kamu itu juga sebuah keharusan. Kenapa kamu harus tau status orang lain setiap kamu ingin berbuat baik dan menghargai orang?” suara Arif agak menekan. Membuat Ghani makin takut dengan status kepegawaiannya disini. Bisa-bisa karirnya terancam. “Maaf, Pak.” hanya kata-kata itu yang bisa Ghani keluarkan dari mulutnya. “Ngga perlu minta maaf sama saya. Menurut saya, lebih baik kamu minta maaf sama rekan sesame tim kamu, Riri. Karena ini berkaitan dengan kalian berdua. Saya hanya memperingatkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN