Chapter 52

1627 Kata

“Halo, sore semua.” suara laki-laki yang sangat dikenal Riri pun terdengar. Mata Riri menoleh menatap Ray dan Arif. Ray dengan senyum lebarnya dan jas yang terlihat gagah di tubuhnya. Ray nampak beda kali ini. Ray seolah menjadi seseorang yang sangat berwibawa saat Riri memandangnya sekarang. “Sore, Pak. Silahkan duduk. Cape ya, Pak? Acaranya epic banget.” kali ini suara Ghani mendominasi. Riri hanya membalas Ray dan Arif dengan senyum kecilnya, seolah sudah memberi kode untuk tetap tenang. Riri duduk di samping Arina, salah satu staff Bu Riana yang duduk berhadapan dengan Ray. “Ya..lumayan. Tapi makasih banget Bu Riana dan kalian, udah menyempatkan untuk hadir.” sahut Ray ramah. Ghani tak berhenti menatap Ray. Seolah terkagum-kagum dengan wajah Ray. Riri yang melihatnya, sebenarnya mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN