Chapter 51

1602 Kata

“Gue ngga sehebat itu untuk bisa memotivasi orang. Karir gue ngga secemerlang itu untuk menjanjikan ucapan manis yang bisa membangkitkan mimpi seseorang. Udahlah, ngaco udah semua.” “Hei, hei. Dengan lo duduk disitu sebagai CEO dan Co-Founder disini itu adalah pembuktian Ray. Lo ngga boleh merendah untuk meroket.” nasihat Arif. Susah memang berdebat dengan Arif, tak akan ada habisnya. “Riri beneran dateng?” tanya Ray memastikan. Arif mengangguk yakin. Ray menghela nafas panjang. Bagaimana bisa ia berlaku biasa saja disaat mungkin Riri duduk di hadapannya. Bisa-bisa Ray jantungan dan salah tingkah, serta merusak acara dengan kegugupannya. ** Ghani menarik tangan Riri begitu mereka sampai di ballroom hotel tempat berlangsungnya acara talkshow yang diadakan perusahaan pusat. Ghani, Bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN