Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, akhirnya Riri dan Ray memutuskan ikut acara keluarga di Puncak weekend ini. Trina, Mama dan Papanya sudah berangkat lebih dulu. Sedangkan Ray, Riri dan Aira pergi dengan mobil terpisah. Kebetulan mereka berangkat lebih siang karena malamnya Ray lembur di kantor sampai jam 2 malam. Riri tak tega jika Ray harus nyetir pagi-pagi buta dengan kondisi belum tidur. Jadi lah mereka berangkat pukul 9 pagi. “Kenapa bawa tasnya Aira sih? Kan aku bilang nanti aku aja yang bawa.” Ray langsung meraih tas bayi yang berukuran besar milik Aira yang tadinya dibawa Riri. “Kan aku bisa.” jawa Riri sambil berjalan menuju mobil. “Berat. Kamu bawa Aira juga.” Ray langsung memasukkan beberapa barang bawaan miliknya dan Riri. Termasuk tas Aira yang cukup berat tad

