Sudah pukul 2.00 pagi. Namun Ray masih sulit terlelap. Tubuh Ray kadang masih berbalik ke kanan dan ke kiri untuk mencari posisi nyaman. Tapi matanya sulit sekali terpejam. Pikirannya melayang pada keinginan Riri untuk berkarir lagi, seolah pikiran itu mengganggu Ray kini. "Kamu belum tidur?" Suara serak Riri yang terbangun karena Ray yang sulit tidur dan banyak bergerak, membuat Ray terkejut. "Aku bangunin kamu ya?" jawab Ray. Dilihatnya Riri mengangguk dan mengucek matanya. Riri tidur tepat di sampingnya, tapi Ray sengaja menciptakan jarak agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan. Sudah cukup penolakan Riri saat honeymoon kemarin. Ray pikir, itu sudah keputusan final dari Riri yang tidak bisa diganggu gugat lagi. "Kamu mikirin apa?" Riri mendudukkan dirinya sambil bersandar di bo

