Chapter 46

1645 Kata

Malam itu, Ray memesan taksi langsung untuk bergegas kerumah orang tuanya. Trina bilang, Mamanya tidak sampai di rawat inap di rumah sakit. Namun seluruh anggota keluarganya memerlukan kehadiran Riri dan Ray segera. Ray masih menggenggam tangan Riri erat sejak mereka memutuskan pulang ke Jakarta. Riri yang masih bingung dengan apa yang terjadi, hanya bisa menguatkan Ray dengan sesekali mengelus punggung tangan Ray. “Gapapa, Mama pasti baik-baik aja.” ucap Riri seketika. Mendengar Mamanya sakit sedikit saja, Ray pernah meninggalkan projectnya di Surabaya demi melihat Mamanya. Apalagi sekarang. Ray yakin masalahnya menjadi serius. Karena jarang sekali Mamanya sakit jika bukan sumbernya dari pikiran atas masalah yang terjadi pada keluarga mereka. Taksi mereka sampai di pelataran rumah orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN