Chapter 47

1638 Kata

“Papa!” bentak Tante Dessy. “Termasuk Mama. Setelah semua ucapan Mama yang menyakiti Riri, Mama harus minta maaf. Anak kita yang salah, anak kita yang sibuk memasuki kehidupan orang yang sudah beristri. Mama sadar, nggak?” balas Om Dityo. Ia tetap terdengar tenang walau nada bicaranya meninggi. Om Dityo tak ingin terbawa emosi. Karena bagaimanapun, yang ada di hadapannya ini adalah istrinya sendiri. “Kalo Mama dan Rena ngga mau menuruti apa kata Papa, silahkan kalian hidup tanpa Papa lagi. Kalian hidup sesuka kalian tapi jangan pernah ada di sisi Papa.” Om Dityo berjalan keluar kamar rawat inap. Berharap jika ucapannya barusan bisa membuat hati istri dan anaknya tersentuh dan melakukan apa yang semestinya mereka lakukan. ** Riri membuka kedua matanya sambil sesekali mengerjap. Orang p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN