Riri mengelungi rambutnya dengan handuk setelah selesai mandi dan keramas. Tak lupa ia memakai skincare paginya dengan membaurkan toner serta pelembab dan liptint agar bibirnya tak terlalu pucat. Ray masuk ke dalam kamar lalu menatap Riri dari atas sampai bawah. “Cantik banget.” ucap Ray santai lalu duduk di ujung kasur sambil menatap Riri tak berhenti. Riri melirik kearah Ray dari arah kaca. “Emang gaboleh?” “Boleh. Tapi aku aja yang boleh liat.” balas Ray. Riri tertawa pelan lalu menaruh botol liptintnya di dalam tas makeup miliknya. Riri mengambil hair dryer yang terletak diatas meja lalu mulai mengeringkan rambutnya. Ray yang melihat Riri kesulitan karena sulit menjangkau rambut di bagian belakang pun berinisiatif untuk membantunya dan mengambil alih hair dryer tadi dari tangan Rir

