Sebenarnya, Ray juga malas terlibat di kehidupan orang lain yang sudah bukan urusannya lagi. Tapi melihat seorang perempuan yang dikenalnya hendak dipukul laki-laki di depan umum rasanya Ray tidak tega dan harus bertindak. Atas dasar rasa kemanusiaan saja. “Setidaknya, cari suami yang akan tetap bicara baik-baik walaupun dia di ambang amarah yang besar.” ujar Ray kemudian. “Sama-sama. Gue duluan, Sar.” Ray sebenarnya tak berniat menyindir apa yang dulu Sarah lakukan padanya. Tapi setidaknya, Ray hanya ingin Sarah tak terlalu melihat laki-laki hanya dari paras dan dompetnya saja. Karena hidup bukan hanya soal uang dan wajah tampan yang menjadi tolak ukur kebahagiaan. Walau mungkin itu bisa jadi salah satunya. ** Kepergian Sarah barusan membuat hati Ray tak karuan. Bukan. Bukan mendefi

