Chapter 35

1628 Kata

Ray memijat pelipisnya sambil sesekali menghela nafasnya agar perasaannya lebih rileks. Baru kali ini, ia merasa sangat jahat pada Riri yang tak melakukan kesalahan apa-apa. Semua yang ia lakukan seolah refleks dari apa yang terjadi kemarin. Hal yang bahkan belum bisa Ray ungkapkan pada Riri karena takut Riri salah paham dan malah menjadi marah padanya. Dering ponselnya membuat fokus Ray beralih. Ditatapnya nama Rena yang muncul di layar ponselnya. “Pasti soal itu lagi.” gumam Ray dalam hati. Ray menolak panggilan telepon dari Rena. Tapi mana mungkin Ray bisa lari menjauh sedangkan permasalahan baru saja muncul di hadapannya? “Halo, Ren. Ada apa?” tanya Ray to the point. “Bisa kita ketemu hari ini? Ada yang mau aku bicarain, Ray.” Nada suara Rena terdengar serius. Seolah ada hal pent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN