“Sendirian, Ri?” Suara Mama Dewi membuat Riri sedikit terbangun dari pikiran panjangnya. Riri menatap Mama mertuanya yang duduk di sampingnya saat Riri tengah melamun sambil menikmati semilir angin malam di balkon rumah lantai 2. Riri hendak menenangkan pikirannya karena ia agak tersinggung dengan ucapan Ray tadi. Dewi membawakan segelas s**u cokelat hangat untuk Riri. “Mama tadi liat kamu ngelamun disini sendirian. Yaudah, Mama bikini ini aja.” seru Mama Dewi. Riri tersenyum kecil lalu mengambil segelas cokelat panas tadi dan menyesapnya perlahan. “Repot banget, Ma. Riri cuma lagi nyari angin aja.” bohong Riri. Padahal dirinya sedang menenangkan diri dari emosinya terhadap Ray tadi. “Nyari angin nanti jadi masuk angin.” ledek Mama Dewi kemudian. Riri hanya menunduk lalu menertawak

