“Loh, boleh dong. Kenapa ngga?” Jawaban yang terlontar dari bibir Mama Dewi, sang ibu mertua pun membuat Riri mengernyit. Mama Dewi seakan bahagia mendengar permintaan Riri untuk bekerja lagi. “Mama seneng liat kamu sukses. Aira dan Ray juga pasti bangga.” Mama Dewi menyentuh kedua bahu Riri sambil meyakinkan Riri jika tak ada lagi hal yang perlu Riri khawatirkan. Apalagi pikiran buruk yang selalu membayangi pikiran Riri. Jelas tak ada artinya dan tak akan mungkin terjadi. “Ma….” Riri menghambur memeluk Dewi dengan erat. Air matanya mengalir deras dan kini ia menangis di pelukan Ibu Mertuanya. Mama Dewi ikut terharu. Mama Dewi paham apa yang Riri rasakan sekarang. “Mama…Papa…Trina…selalu mendoakan yang terbaik untuk keluarga kecil Riri dan Ray. Apalagi kesuksesan kalian. Kita selalu

