“Nona, apa ada sesuatu yang Anda butuhkan?” Bianca bersandar di kusen pintu dengan mata setengah terpejam, napasnya masih berat karena baru saja bangun. Piyama sutra tipis yang ia kenakan jatuh mengikuti lekuk tubuhnya, membuat Vincent harus menahan diri untuk tidak menatap terlalu lama. “Aku haus,” gumam Bianca singkat, suaranya serak namun tetap terdengar tegas. “Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa masih terjaga?” “Mari Nona, biar saya ambilkan minuman untuk Anda.” ujar Vincent, sembari mengarahkan Bianca untuk menjauh dari kamarnya. Namun, Bianca hanya mundur sedikit dan masih dalam posisi berdiri di depan kamar Vincent. “Kau belum menjawab pertanyaanku, Vincent. Apa yang sedang kau lakukan, hm? Apa perlu aku masuk dan mengeceknya sendiri?” “Tidak ada yang sedang saya lakukan

