Bab 9

1133 Kata

Sinar matahari lembut menembus tirai tipis di kamar Bianca, menyapu lantai marmer dengan cahaya keemasan. Gadis itu masih terbaring di ranjang luasnya, selimut satin melingkari tubuhnya dengan malas. Sesekali ia menggeliat, seolah berusaha mengumpulkan sisa-sisa nyawa yang tercecer setelah malam panjang penuh ego dan keangkuhan yang ia paksakan sendiri. Bianca membuka matanya perlahan, bibirnya membentuk senyum samar penuh rasa ingin tahu. Ingatannya langsung melayang pada hukuman yang ia jatuhkan kepada pengawal barunya semalam—Vincent. Seharusnya, pria itu sudah menyerah, atau paling tidak melanggar perintahnya untuk tetap berdiri di sana sepanjang malam. Sebab baginya, tidak ada seorang pun yang sanggup menahan kebekuan waktu hingga fajar hanya demi mematuhi keangkuhan seorang wanita s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN