Bab 8

1005 Kata

Bianca merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk, namun matanya tetap terbuka menatap langit-langit kamar. Rasa lelah setelah seharian penuh aktivitas tidak mampu mengalahkan kegelisahan yang sejak tadi merayap di dadanya. Ia memejamkan mata, berusaha keras memaksa dirinya tidur. Namun, semakin ia mencoba, semakin jelas pula bayangan Vincent berdiri tegap di ruang tamu, tanpa mengenakan kemeja, tanpa sedikit pun ekspresi terganggu. Puan itu menggeliat gelisah, lalu mendengus kesal. “Apa benar dia masih berdiri di sana?” gumamnya pelan, seolah dirinya sendiri pun tak yakin. Rasa penasaran akhirnya mengalahkan gengsinya. Dengan langkah hati-hati, Bianca bangkit dari ranjang, meraih mantel tipisnya, lalu membuka pintu kamar perlahan agar engselnya tidak berbunyi. Ia melangkah ringan di ko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN