Mobil hitam elegan yang membawa Bianca berhenti tepat di depan gedung pencakar langit megah yang menjadi pusat kebanggaan keluarga Celeste—Celeste Group. Gedung itu berdiri gagah, dindingnya menjulang tinggi dengan kaca biru berkilau memantulkan cahaya matahari pagi. Di depan pintu utama, beberapa karyawan sudah bersiap menyambut kedatangan putri tunggal pemilik perusahaan tersebut. Pintu mobil dibuka oleh Vincent. Pria itu menundukkan kepala dengan sopan. “Silahkan, Nona,” ucapnya tenang, menjaga intonasi tetap formal sebagaimana tugasnya sebagai pengawal pribadi. Bianca melangkah turun dengan penuh percaya diri. Gaun cantik berpotongan elegan yang membalut tubuhnya memancarkan wibawa sekaligus pesona. Rambut panjangnya tertata rapi, berkilau tertimpa cahaya, sementara hak tinggi yang

