Aletha berniat menuju ruang konseling saat Tristan berjalan menghampirinya. Menyapanya dengan tersenyum miring, kacamata hitam yang cowok itu kenakan ia angkat sedikit begitu Aletha memutar bola matanya, bosan. "What's up." banyak pasang mata mencuri lihat ke arah mereka sekarang. "Seharusnya lo merasa beruntung dikelilingi cowok-cowok ganteng kayak gue, Hasa dan Gavin." sambung Tristan percaya diri. Gavin melambaikan tangan dari belakang Tristan, mengucap kata 'hai' tanpa suara. Satu tangannya ia gunakan memegang gulungan kertas manila yang diikat pita hitam. "In your dream." dengus Aletha, jengah. Angin yang berhembus dari sisi kiri menerbangkan helaian rambut cewek itu. Ia membenahinya dan menggulung rambutnya tinggi. "Ngapain kalian ke sini?" melirik Hasa yang sibuk mengambil foto

