"Ke mana dia pergi?" Thomas berjalan masuk ke pekarangan rumahnya. Para pengawal menunduk hormat. "Anomali, Tuan." Surya, laki-laki berjas abu-abu itu berjalan satu langkah di belakang Tuannya. Mereka baru saja keluar dari rumah Aletha. Meski si pemilik rumah telah pergi dua jam yang lalu. Menatap penuh kebencian pada Thomas, mendengar semua penjelasan tidak masuk akal. Titik-titik di mana masalah yang dulu pernah terjadi, kini harus melibatkan kehidupan Aletha secara langsung. Benar-benar terlihat seperti panggung sandiwara dengan drama paling menggelikan. Lucunya, dari sekian banyaknya u*****n yang terdengar, Thomas hanya mampu menggeleng diam. Ia sudah menduga respon cucunya akan demikian. Seolah mati rasa, Kakek tua itu bersi keras menjauhkan Aletha dengan Agam. Kebencian je

