35 | Bahagia Sebentar

2224 Kata

Lalu bagaimana karma sebagai balasan dosa? - Semisal, jika langit tiba-tiba tidak ingin cepat menggelap. Apa Aletha boleh merasa bahagia? Mungkin, terlalu muluk untuk berharap. Pengandaian yang ia pikirkan juga terdengar berlebihan. Karena hal kecil yang Agam lakukan saat ini mampu membuatnya tersenyum sangat lebar. Cowok itu sedang belajar memasak di dapur setelah sekian lama masakan Aletha yang selalu meramaikan meja makan Agam. Kali ini berbeda, ia merasa lucu. Ayam mentega yang cowok itu masak terasa enak di lidahnya, meski bumbu yang Agam masukan salah. Aletha tetap diam menikmatinya. "Kenapa senyum-senyum?" Dentingan sendok dan piring yang beradu terhenti. Aletha mengernyit samar melihat apa yang Agam bawa. "Buat apa?" Agam mendengus. Leptop hitam miliknya ia buka pelan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN