Tengah malam akhirnya tiba. Claris, yang sempat pingsan karena mendapat obat bius, akhirnya terbangun dengan perasaan tidak nyaman menggeliat di hatinya. Dia mendapati kedua tangannya terikat dan mulutnya ditutupi dengan sebuah kain. Claris melihat keadaan di sekitar. Itu adalah sebuah ruangan yang cukup luas, mirip sebuah gudang. Gelap dan berbau tidak enak. Ada sebuah jendela kecil di dinding dengan cahaya yang masuk dari luar. Sepertinya sekarang telah malam hari. Yang jadi masalah adalah sudah berapa lama dia berada di tempat itu? Claris tidak tahu apakah hari telah berganti atau masih di hari yang sama. “Aku di mana?” batinnya, mencoba bangkit dari lantai dan bersandar ke dinding. Kedua tangannya terikat di belakang tubuh dengan tali yang sangat keras. Dia mencoba membukanya, tap

